Pengajuan visa Schengen sebaiknya dimulai dari menentukan negara pengajuan yang benar, bukan dari mencari slot appointment lebih dulu. Kesalahan menentukan negara dapat membuat itinerary terlihat tidak konsisten.
1. Tentukan tujuan utama
Kalau perjalanan hanya ke satu negara, ajukan ke negara tersebut. Untuk beberapa negara, gunakan negara dengan durasi tinggal terlama. Jika durasinya sama, gunakan negara pertama yang dikunjungi.
2. Cek checklist resmi
Buka situs kedutaan, konsulat, atau visa application center negara terkait. Pastikan kategori visa sesuai tujuan: wisata, bisnis, kunjungan keluarga, atau kategori lainnya.
3. Susun itinerary dan booking
Buat itinerary yang realistis. Tanggal penerbangan, hotel, transportasi antarnegara, dan jumlah malam harus konsisten.
4. Siapkan finansial dan dokumen profil
Siapkan bukti dana, pekerjaan/usaha, sponsor bila ada, serta dokumen lain sesuai checklist. Hindari transaksi besar yang tidak dapat dijelaskan hanya untuk menaikkan saldo sesaat.
5. Buat appointment dan submit
Aplikasi dapat diajukan paling cepat 6 bulan sebelum perjalanan. Pada appointment, applicant menyerahkan dokumen dan melakukan biometrik jika diperlukan.
6. Tunggu proses
Waktu proses normal yang disebut European Commission adalah sekitar 15 hari kalender, tetapi pemeriksaan dapat diperpanjang sampai 45 hari. Jangan membuat komitmen perjalanan yang sulit dibatalkan hanya berdasarkan estimasi proses.
7. Cek visa saat terbit
Periksa nama, nomor paspor, validity, jumlah entry, dan duration of stay sebelum berangkat.

Afrika Selatan
Argentina
Australia
Austria


