Salah satu kesalahan umum adalah menganggap visa Schengen harus selalu diajukan ke negara pertama yang dimasuki. Aturannya tidak sesederhana itu.
Jika hanya satu negara
Ajukan ke konsulat atau jalur resmi negara yang akan Anda kunjungi.
Jika mengunjungi beberapa negara
European Commission menjelaskan bahwa aplikasi diajukan ke negara tempat Anda akan menghabiskan waktu paling lama. Negara tersebut menjadi main destination untuk itinerary multi-negara.
Contoh: 5 malam Belanda, 3 malam Belgia, dan 2 malam Prancis. Negara pengajuan adalah Belanda karena durasi tinggal terlama ada di Belanda.
Jika durasi sama
Jika durasi di beberapa negara sama, pengajuan dilakukan ke negara pertama yang akan dikunjungi.
Contoh: 3 malam Italia dan 3 malam Swiss, lalu perjalanan masuk pertama melalui Italia. Dalam situasi durasi sama, Italia menjadi negara pengajuan.
First entry bukan aturan utama
Negara first entry baru menjadi penentu ketika durasi atau tujuan utama tidak membedakan negara-negara dalam itinerary. Jadi jangan otomatis apply ke negara tempat pesawat mendarat pertama kalau Anda jelas tinggal lebih lama di negara lain.
Dokumen harus konsisten
Booking hotel, transport antarnegara, invitation bila ada, dan itinerary harus mendukung pilihan negara pengajuan. Perubahan itinerary besar setelah visa terbit juga sebaiknya memiliki alasan perjalanan yang wajar.

Afrika Selatan
Argentina
Australia
Austria


