Kalau Anda baru mulai mengurus visa Jepang, jangan langsung kumpulkan semua dokumen. Cara yang lebih aman adalah menentukan dulu tujuan perjalanan dan wilayah pengajuan. Setelah itu baru cocokkan dokumennya.
Mulai dari jenis perjalanan Anda
Untuk perjalanan singkat, kategori yang paling umum adalah wisata, bisnis, kunjungan keluarga/teman, dan multiple entry. Untuk studi, kerja, pelatihan, atau tinggal jangka panjang, gunakan kategori visa khusus yang sesuai.
Kalau Anda punya e-paspor dan rencana tinggal maksimal 15 hari, cek dulu apakah Visa Waiver Jepang lebih cocok.
Cek yurisdiksi sebelum menyiapkan dokumen
Pengajuan visa Jepang di Indonesia mengikuti wilayah yurisdiksi. Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, dan Denpasar/Bali memiliki cakupan wilayah masing-masing. Daftar resminya tersedia di situs Kedutaan Jepang.
Baca pembagian lengkapnya di Yurisdiksi Visa Jepang.
Siapkan dokumen sesuai kategori visa
Dokumen dasar biasanya mencakup paspor, formulir, pasfoto, identitas, bukti perjalanan, itinerary, dan dokumen keuangan. Namun checklist bisa berbeda menurut tujuan perjalanan dan wilayah pengajuan.
Untuk daftar yang lebih rinci, buka Syarat Visa Jepang.
Single atau multiple?
Kalau hanya ada satu rencana perjalanan, single entry biasanya sudah cukup. Multiple entry lebih cocok untuk pemohon yang memang memenuhi kriteria dan punya kebutuhan perjalanan berulang.
Lihat perbedaannya di Visa Jepang Single vs Multiple.
Soal saldo rekening
Tidak ada angka saldo minimum resmi yang berlaku untuk semua pemohon. Yang dinilai adalah kemampuan membiayai perjalanan secara wajar berdasarkan durasi dan rencana perjalanan.
Penjelasan lengkapnya ada di Rekening Koran Visa Jepang.
Kalau ingin dibantu Pasti Visa
Tim Pasti Visa bisa membantu pengecekan dokumen, pengisian form, itinerary, flight booking, hotel booking, serta proses pengajuan sesuai yurisdiksi. Anda tetap perlu memastikan semua data yang diberikan benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

Afrika Selatan
Argentina
Australia
Austria


