Mengurus visa Jepang akan lebih mudah kalau urutannya benar. Jangan mulai dari dokumen dulu, karena checklist bisa berbeda menurut jenis visa dan wilayah pengajuan.
1. Tentukan tujuan perjalanan
Pilih kategori yang sesuai: wisata, bisnis, kunjungan keluarga/teman, studi, kerja, pelatihan, atau tujuan lainnya.
Kalau Anda memiliki e-paspor dan tinggal maksimal 15 hari, cek Visa Waiver Jepang sebelum mengajukan visa reguler.
2. Cek yurisdiksi
Pengajuan diproses sesuai wilayah yurisdiksi. Data domisili pada KTP/KK menjadi salah satu acuan untuk menentukan lokasi pengajuan.
Cek daftar lengkap di Yurisdiksi Visa Jepang.
3. Pilih single atau multiple
Kalau hanya ada satu rencana perjalanan, single entry biasanya lebih sederhana. Multiple entry ditujukan untuk pemohon yang memenuhi kriteria tertentu dan memang membutuhkan kunjungan berulang.
4. Siapkan dokumen
Gunakan checklist sesuai kategori visa. Pastikan nama, tanggal perjalanan, pekerjaan, bukti keuangan, flight booking, dan itinerary saling konsisten.
5. Isi formulir dengan data yang sama
Form visa harus mengikuti data pada paspor dan dokumen pendukung. Jangan menebak atau mengisi informasi yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Pasti Visa dapat membantu pengisian form berdasarkan data yang Anda berikan. Sebelum submit, applicant tetap perlu mengecek dan memastikan datanya benar.
6. Submit sesuai jalur pengajuan
Lokasi dan mekanisme submission mengikuti yurisdiksi masing-masing. Waktu proses juga dapat berbeda bila ada permintaan dokumen tambahan atau pemeriksaan lebih lanjut.



